Sabtu, 13 April 2013

Tari Serimpi


Tari serimpi

(jawa tengah)

 

·Pengertian Tari Serimpi

Tari serimpi merupakan tari klasik daerah yang berasal dari Yogyakarta. Tari serimpi biasanya dibawakan oleh empat orang penari, ini karena kata srimpi merupakan sinonim dari bilangan empat.

Komposisi empat penari serimpi merupakan lambang dari empat mata angin dan empat unsur dunia yaitu grama (api), angin (udara), toya (air) dan bumi (tanah).

Tari serimpi mempunyai ciri khas yang lemah gemulai yang merupakan pembawaan bagi sebagian besar gadis Jogja. Gerakan yang membuat kita seakan – akan sedang dibawa ke alam mimpi.

Dulu satu kali pertunjukan tari serimpi biasanya akan memakan waktu kurang lebih 15 – 60 menit. Namun sekarang ini durasi tari serimpi sudah dipangkas menjadi 11 – 15 menit, dengan menghilangkan gerakan pengulangan.

Awalnya tari serimpi hanya ditampilkan di istana Yogyakarta untuk menyambut tamu – tamu agung. Namun seiring perjalanan waktu, tari serimpi sudah mulai dipertunjukan dalam seluruh lingkungan masyarakat.

Dalam pertunjukan tari serimpi biasanya diiringi alunan musik gamelan, baik itu secara langsung maupun dalam bentuk kaset rekaman.

Sebagai tari klasik, tari serimpi tidak hanya menampilkan keindahan pada gerakannya. Namun juga sarat akan nilai – nilai kehidupan.

Hal ini digambarkan dengan tema yang ditampilkan pada tari serimpi yang menggambarkan pertarungan antara dua unsur kehidupan yaitu baik dan buruk, benar dan salah, antara akal dan nafsu manusia.

Sekarang ini sudah banyak jenis tari serimpi yang biasa dibawakan dalam pertujukan tari serimpi. Jenis tari serimpi antara lain adalah,

  • Tari serimpi sangopati
  • Tari serimpi anglirmendung
  • Tari serimpi ludira madu
  • Tari serimpi renggawati
  • Tari serimpi cina
  • Tari serimpi pistol
  • Tari serimpi padhelori
  • Tari serimpi merak kasimpir
  • Tari serimpi pramugari

Di mana pada setiap jenis tari serimpi memiliki ciri khas sendiri, tanpa menghilangkan ciri khas dasar pada tari serimpi yang mengandalkan gerakan lemah gemulai penari.

 

·            Sejarah Tari Serimpi

 

Konon, kemunculan tari serimpi berawal dari masa kejayaan Kerajaan Mataram saat Sultan Agung memerintah antara 1613-1646. Tarian ini dianggap sakral karena hanya di pentaskan dalam lingkungan keraton untuk ritual kenegaraan sampai peringatan kenaikan tahta sultan. Pada tahun 1775 Kerajaam Mataram pecah menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta. Perpecahan ini juga berimbas pada tarian serimpi walaupun inti dari tarian masih sama. Tarian serimpi di golongan Yogyakarta digolongkan menjadi Serimpi Babul Layar, Serimpi Dhempel, Serimpi Genjung. Sedangkan di Kesultanan Surakarta digolongkan menjadi Serimpi Anglir Mendung dan Serimpi Bondan. Walaupun sudah tercipta sejak lama, tarian ini baru dikenal khalayak banyak sejak 1970-an. Karena sebelumnya terkekang oleh tembok keraton.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar