Rabu, 10 April 2013

Keterampilan Berfikir Kritis


Keterampilan Berfikir Kritis

Johnson (1992) dalam Supriya merumuskan istilah “berfikir kritis” (critical thinking) secara etimologis, ia menyatakan bahwa kata “critic” dan “critical” berasal dari “krinein”, yang berarti “menaksir nilai sesuatu”. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kritis adalam perbuatan seorang yang mempertimbangkan, menghargai, dan menaksir nilai sesuatu hal. Tugas orang yang berfikir kritis adalah menerapkan norma dan standar yang tepat terhadap suatu hasil dan mempertimbangkan nilainya dan mengartikulasikan pertimbangan tersebut.

Selanjutnya Johnson (1992) dalam Supriya merangkum beberapa definisi critical thinking dan ia menyimpulkan bahwa ada tiga persetujuan substansi dari kemampuan berfikir kritis. Pertama, berfikir kritis memerlukan sejumlah kemampuan kognitif; kedua, berfikir kritis memerlukan sejumlah informasi dan pengetahuan; dan ketiga, berfikir kritis mencakup dimensi afektif yang semuanya menjelaskan dan menekankan secara berbeda-beda.

Ennis (1987) menyatakan bahwa berfikir kritis merupakan istilah yang digunakan untuk suatu aktivitas reflektif untuk mencapai tujuan yang memuat keyakinan dan perilaku yang rasional. Ia telah mengidentifikasi lima kunci berfikir kritis, yakni “praktis, reflektif, rasional, terpercaya, dan berupa tindakan”. Dengan dasar ini ia merumuskan definisi berfikir kritis adalah merupakan aktivitas berfikir secara reflektif dan rasional yang difokuskan pada penentuan apa yang harus diyakini atau dilakukan.

Berfikir kritis adalah..suatu proses dimana seseorang atau individu dituntut untuk menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi untuk membuat sebuah penilaian atau keputusan berdasarkan kemampuan,menerapkan ilmu pengetahuan dan pengalaman. Berfikir secara aktif dengan menggunakan intelegensia, pengetahuan, dan ketrampilan diri untuk menjawab pertanyaan. Berfikir kreatif harus selalu melihat kedepan, profesional tidak boleh membiarkan berfikir menjadi sesuatu yang rutin atau standar.

Berpikir kritis itu adalah pola berpikir seseorang mempunyai wawasan dan wacana yang luas. dia mampu menganalisa suatu masalah dengan tepat, cermat, jeli, tidak gegabah dan efisien.dia mampu memberikan solusi yang benar, masuk akal, bisa dipertanggungjawabkan dan valid. Pada dasarnya seseorang yang mempunyai  bekal pengetahuan dan wawasan yang luas, dia otomatis akan berpikir secara kritis. karena dia akan menganalisa masalah dengan berbagai kemungkinan dari sudut ilmu dan teori yang dia kuasai. sehingga akan menghasilkan hasil analisa yang lebih detail, karena detail inilah seseorang akan menjadi lebih kritis.

Tujuan berfikir kritis adalah untuk menilai suatu pemikiran, menaksir nilai bahkan mengevaluasi pelaksanaan atau praktik dari suatu pemikiran dan nilai tersebut. Selain itu berfikir kritis meliputi aktivitas mempertimbangkan berdasarkan pada pendapatyang diketahui. Berfikir kritis mendorong munculnya pemikiran-pemikiran baru.

Savage and Armstrong (1996) mengemukakan bahwa tahap awal sebagai syarat untuk memasuki sikap kritis adalah adanya sikap siswa memunculkan ide-ide atau pemikiran-pemikiran baru. Tahap ini disebut tahap berfikir kreatif. Tahap kedua siswa membuat pertimbangan atau penilaian atau taksiran yang dapat dipertanggungjawabkan. Tahap kedua ini dikategorikan sebagai tahap berfikir kritis.

 

 

Mengembangkan Ketrampilan Berfikir Kritis

Mengingat pentingnya ketrampilan berfikir kritis maka dalam pembelajaran perlu menekankan bagaimana mengembangkan ketrampilan berfikir kritis kepada siswa.  Dunn and Dunn (1972) mengembangkan ketrampilan berfikir kreatif sebagai model ketrampilan berfikir kritis, adalah sebagai berikut;

a.    Pada focus awal, Guru mendorong siswa untuk memikirkan bagaimana cara terbaik untuk memecahkan masalah. Misalnya; Apa yang harus dilakukan agar siswa selalu menjaga kebersihan lingkungan.

b.    Selanjutnya Guru bertanya mengapa pemikiran ini belum dilaksanakan juga?

c.    Setelah siswa menjawab pertanyaan ini, Guru bertanya kepada siswa lainnya, membantu siswa yang sedang berfikir. (Bagaimana kita dapat mengatasi kesulitan ini?)

d.   Pada saat ini Guru meminta siswa memikirkan masalah yang mungkin dihadapi dalam menjawab pertanyaan terdahulu.

e.    Akhirnya siswa diminta mementukan apakah langkah pertama untuk memecahkan masalah. (Marilah kita kaji apa yang telah dipikirkan. Tindakan apakah yang harus diambil untuk memecahkan masalah? Jelaskan pilihan kamu.) Siswa menjawab dan  mempertahankan pilihan sesuai dengan  criteria yang ada.

Perlunya mengembangkan kemampuan berfikir kritis untuk para siswa di sekolah diakui oleh sejumlah ahli pendidikan. Katrampilan berfikir kritis akan tumbuh subur dikelas ketika guru menilai pemikiran-pemikiran yang berbeda termasuk pemikiran yang berbeda dengan nilai yang dibawa oleh Guru dan mendorong siswa untuk berfikir secara bebas.

Kondisi dunia yang semakin berkembang pesat menuntut adanya respon dengan pemikiran yang kritis dikalangan Guru. Untuk itu pembelajaran dengan penerapan ketrampilan berfikir kritis di kelas merupakan cara paling tepat untuk menjawab tantangan ini  dalam rangka memperbaiki masalah pribadi dan sosial siswa sehingga siswa tidak lagi bersikap individualistis, egoistis, acuh tak acuh, malas berfikir, kurangnya rasa tanggung jawab, malas berkomunikasi dan berinteraksi. Diharapkan dengan pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan ketrampilan berfikir kritis di kalangan siswa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar